Jumat, 11 Maret 2011

Bahan Ajar: Seni Rupa:

Bahan Ajar: Seni Rupa











D
I
S
U
S
U
N

oleh:
HERO TAMBUNAN, S.Pd
NIP: 19830312 200804 1001

KELAS XI
SMA NEGERI 2 KOTA PEMATANGSIANTAR
2011

BAB I
PENDAHULUAN


Standar Kompetensi : Mempresentasikan wawasan seni untuk diterapkan dalam menggambar ekspresif
Kompetensi Dasar : Menguraikan pengertian wawasan seni dan seni rupa, menggambar ekspresif, kegunaan, asas, karakter dan terapan gambar ekspresif pada rancangan yang dapat memperluas wawasan seni seni rupa peserta didik
Materi Perkuliahan : Pengalaman dalam berkarya seni, pengertian menggambar ekspresif, kegunaan, asas, karakter dan terapan gambar ekspresif pada rancangan.



A. WAWASAN SENI

1. Pengertian Seni
Wawasan seni adalah pandangan, sikap, pendekatan dan pengertian tentang prinsip berkesenian terhadap karya seni. Wawasan seni penting untuk ketahui karena merupakan sikap dan pandangan terhadap masalah kesenian.
Seni secara etimologi merupakan padanan kata art (Inggris), ars (Latin) dan techne (Yunani). Techne memiliki arti kemahiran atau ketrampilan yang tinggi dalam menciptakan benda kebutuhan sehari-hari. Pengertian seni tersebut mengalami perkembangan sejalan dengan perubahan zaman dan peradaban manusia.Dari perkembangan seni muncul beberapa pendapat tentang definisi seni:
Pendapat umum:
a. Seni sebagai kegiatan manusia, melalui kegiatan atau aktifvitasnya dalam melahirkan karya seni.
b. Seni sebagai ketrampilan untuk membuat barang-barang kebutuhannya (seni pakai).
c. Seni sebagai karya seni, artinya sesuatu yang meliputi setiap benda buatan manusia.
d. Seni sebagai keindahan (seni murni), artinya kegiatan yang menghasilkan karya indah.
Beberapa ahli mengemukakan pengertian seni diantaranya:
a. Seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia (Brade, 1956)
b. Seni adalah suatu penjelajahan manusia dalam menciptakan realitas baru di luar kemampuan akal serta menyajikannya dalam bentuk perlambangan (Kahler, 1964)
c. Seni adalah hal-hal yang diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberi rasa kesenangan, kepuasan, dengan penikmatan rasa indah (Djelantik, 1999)
d. Menurut para ahli filsafat, seni adalah kemahiran dalam merancang, menyusun atau mempertunjukkan suatu kegiatan yang memiliki nilai-nilai keindahan yang bersifat subyektif. Estetika sering dihubungkan dengan cabang ilmu filsafat tentang keindahan. Teori keindahan (theory of beauty) yang menerangkan dan membahas bagaimana keindahan. Mengenai pengertian keindahan terdapat dua kelompok pendapat, yang dikenal dengan teori obyektif dan teori subyektif. Menurut teori obyektif, keindahan memang terdapat pada bendanya, artinya suatu benda yang indah memang memiliki ciri-ciri, sifat atau kualitas keindahan yang dihasilkan oleh perimbangan antara bagian-bagian atau unsur-unsurnya. Teori ini dianut oleh Plato, Hegel, dan Bernard Bosanquet. Teori subyektif menganggap suatu benda dikatakan indah sebenarnya memiliki ciri-ciri atau sifat, artinya keindahan tidak melekat pada bendanya. Keindahan sebenarnya hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati benda tersebut. Penganut teori ini antara lain Hendry Home, Lord Ashley, Edmund Bruke.
2. Pengelompokan Seni
Setiap bentuk karya seni memiliki kelebihan, aturan-aturan, nilai dan ukuran atau demensi. Karena itu keindahan yang ditampilkan oleh seni rupa berbeda dengan yang ditampilkan seni musik, seni tari, seni sastra, atau seni drama. Menurut Oswald Kuple dalam The Liang Gie (1976: 66), cabang-cabang seni dapat dikelompokan dari segi pencerapan indrawi, jenis media, dan perpaduan unsur-unsurnya. Penggolongan tersebut meliputi;
(1) Seni Visual (Visual Art) , seni penglihatan disebut juga seni rupa karena berhubungan dengan unsur-unsur yang kasat mata. Cabang ini dirinci atas, (a) karya dua dimensi tanpa gerak dan dengan gerak, (b) karya tiga dimensi tanpa gerak dan dengan gerak, dan (c) perpaduan permukaan dan bentuk.
(2) Seni Audio (Auditory Art), bentuk karya seni yang dapat dinikmati oleh indra pendengaran (telinga). Dirinci; (a) dengan nada, (b) dengan kata, (c) perpaduan dengan nada dan kata.
(3) Seni Audio Visual (Auditory Visual Art), bentuk karya seni yang dapat dinikmati dengan indra penglihatan sekaligus dengan indra pendengaran. Meliputi (a) perpaduan gerak dan nada, (b) perpaduan gerak, kata, dan pemandangan, (c) perpaduan gerak, kata, nada dan pemandangan.
Dari berbagai pengertian dan penggolongan seni, maka dapat defenisikan pengertian seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni visual (visual art) dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

3. Unsur-Unsur Seni Rupa
Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-benda yang ada di sekeliling kita. Semakin baik pengenalan terhadap unsur-unsur visual ini akan semakin baik pula pengamartan seseorang terhadap segala sesuatu yang dilihatnya. Unsur-unsur seni rupa atau unsur-unsur visual tersebut umumnya dikelompokan sebagai berikut:
a. GARIS (line)
Garis merupakan unsur mendasar dan unsur penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Perwujudan karya seni rupa pada umumnya diawali dengan coretan garis sebagai rancangannya. Garis memiliki dua dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya. Garis dapat terjadi karena titik yang bergerak dan membekaskan jejaknya pada sebuah permukaan benda. Sejak kecil kita telah mengenal dan menggunakan garis, baik dalam bermain, menggambar maupun ketika belajar menulis dan membuat angka. Garis menjadi batas dari berbagai bentuk dan bidang.
Dalam seni gambar (drawing), bentuk garis dapat segera dikenali dengan mudah karena garis dalam karya drawing bersifat aktual. Sedangkan pada karya seni lainnya seperti seni patung misalnya, garis mungkin bersifat maya yang terbentuk dari perbedaan letak dan bentuk permukaan patung tersebut. Dalam sebuah karya seni rupa garis dapat juga digunakan sebagai simbol ekspresi. Garis tebal tegak lurus misalnya, memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Coba bendingkan karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada white board dan jejak kapur pada papan tulis.




b. RAUT (Bidang dan Bentuk)

Raut merupakan tampak, potongan atau bentuk dari suatu objek. Raut dapat terbentuk dari garis yang mencakup ukuran luas tertentu yang membentuk bidang. Raut juga dapat berarti perwujudan dari sebuah objek atau sering disebut bidang. Raut dalam pengertian yang luas dapat berarti bidang atau bangun. Walaupun demikian ada pula yang mencoba membedakan kedua pengertian tersebut dengan menyebutkan bidang untuk menunjuk bentuk yang cenderung pipih atau datar sedangkan bangun lebih menunjukkan kepada bentuk benda yang memiliki volume (mass) Dalam pengertian yang kedua ini, “bidang” diartikan sebagai unsur seni rupa yang terbentuk dari pertemuan ujung sebuah garis atau perpotongan beberapa buah garis.
Bidang dapat juga ditimbulkan dan dibentuk oleh pulasan warna atau nada gelap-terang. Bentuk atau bangun, yaitu unsur yang selalu berkaitan dengan benda, baik benda alami maupun buatan. Bentuk atau bangun benda dapat berupa bangun beraturan seperti lingkaran, segi empat segi tiga atau tidak beraturan. Selain berupa bangun, benda juga memiliki bentuk palstis.


c. RUANG.
Unsur keruangan dari sebuah karya seni rupa menunjukan dimensi dari karya seni rupa tersebut. Ruang dua dimensi hanya menunjukan ukuran (dimensi) panjang dan lebar sedangkan ruang pada karya seni rupa tiga dimensi terbentuk karena adanya volume yang memberikan kesan kedalaman. Walaupun demikian, seniman lukis atau grafis yang membuat karya dua dimensi dapat juga menghadirkan kesan tiga dimensi atau kesan ruang pada karyanya denganpengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang-gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal). Berbeda dengan pematung, arsitektur atau desainer interior, ruang tiga dimensi pada karya-karya mereka adalah ruang yang sebenarnya. Kesan tiga dimensional ini secara visual terlihat secara manipulatif bahwa objek yang dekat dengan mata pengamat berukuran lebih besar dari objek.



d. TEKSTUR.
Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan, bisa halus, kasar, licin dan lain-lain (Nursantara, 2004:38). Unsur tekstur adalah kualitas taktil dari suatu permukaan. Taktil artinya dapat diraba atau yang berkaitan dengan indra peraba. Disamping itu, tekstur juga dapat dimaknai sebagai penggambaran struktur permukaan suatu objek baik halus maupun kasar. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu benda karena pengolahan garis, warna, ruang, terang gelap.

e. WARNA
Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier. Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ). Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange. Warna Tersier Adalah pencampuran dari dua warna sekunder


1. Fungsi Warna
Warna memberi pengaruh kejiwaan (fungsi psikologis), seperti warna hijau dan putih dalam kedokteran memberikan perasaan tenang.
Warna memberi pengaruh keindahan (fungsi estetis).
Warna memberi pengaruh perlambangan (fungsi simbolik), baik untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun yang bersifat formal, informal dan asosiatif.
Warna heraldik; warna yang dipakai menurut kebiasaan (konvensi).

2. Istilah-istilah teknis dalam warna antara lain:
Hue: Dicetuskan oleh Munsell sebagai sebutan untuk warna primer; merah, kuning dan biru.

Value: adalah warna-warna yang memberi kesan gelap terang atau gejala warna dalam perbandingan hitam dan putih. Apabila suatu warna ditambah dengan warna putih akan tinggi valuenya dan apabila ditambah hitam akan lemah valuenya. Warna kuning mempunyai value yang tinggi, warna biru mempunyai value rendah.

Intensity: adalah hubungan kemurnian warna untuk menunjuk kekuatan warna. Hal ini akan menghasilkan cerah tidaknya suatu warna. Misalnya menambah warna kuning pada merah suram bisa mengubah menjadi jingga yang keras. Namun pemberian pigmen putih seringkali mematikan intensitas, karena membuatnya pucat menjadi warna-warna pastel.

Complementer: adalah warna yang kontras atau warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna. Contohnya, warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau, biru dengan jingga.

Analogus: adalah warna yang letaknya berdekatan (dalam lingkaran warna)
Warna hangat dan sejuk:
Warna hangat adalah warna yang menyolok dan bersifat mendekat bagi yang melihat, seperti warna merah, kuning dan jingga. Sedangkan warna sejuk adalah warna kebalikan dari warna hangat dan bersifat menjauh bagi yang melihat, seperti biru dan hijau.

Tone (warna kromatik)
Warna ini juga disebut nada warna, yaitu warna dilihat dari tingkat kecerahan atau keredupannya yang terdiri dari:
Warna mono-kromatik, yaitu tingkat kecerahan dan keredupannya bertolak dari satu warna.
Warna poli-kromatik, yaitu yang tingkat kecerahan dan keredupannya bertolak dari lebih dari satu warna.

f. GELAP-TERANG.
Unsur gelap terang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Perbedaan unsur nada gelap terang memberikan kesan permukaan yang sempit, lebar, arah dan efek keruangan. Ruang yang gelap seringkali memberikan kesan sempit dan berat sedangkan ruang yang terang memberikan kesan ringan, luas dan lapang.

BAB II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN MENGGAMBAR EKSPRESIF

Menggambar merupakan salah satu teknik yang dipergunakan oleh para seniman maupun oleh perancang dalam mengungkapkan gagasan kreatifnya sehingga dapat menciptakan karya seni yang memiliki nilai estetis. Bagi para seniman besar seperti Affandi, menggambar atau melukis ekspresif telah menjadi bagian dari karakter kesenimanannya. Namun demikian untuk peserta didik sebaiknya menggambar bentuk dikuasai terlebih dahulu secara sempurna baru kemudian mulai mencoba menggambar ekspresif. Upayakan berekspresi tidak secara radikal, tetapi berekspresilah secara lembut dan objek gambar masih terlihat dengan jelas.
Salah satu Lukisan mengagumkan karya Sang Maestro Afandi yang berjudul "Para Pejuang", melukiskan semangat para Pemuda Indonesia dalam memperjuangkan Kemerdekaan, dengan mengorbankan jiwa dan raganya untuk Ibu pertiwi tercinta. Lukisan ini memiliki nilai dan makna historis yang tinggi, dimana karya ini terinspirasi dari semangat baja para Pejuang.
Warna-warna berani yang spontanitas, serta keunikan goresan ekspresi pelototan cat langsung dari tubenya, menjadi satu sebuah kombinasi sempurna dalam karya Lukisan bernilai seni tinggi mengagumkan dari sang Pelukis Maestro Ternama.

Dengan demikian, menggambar ekspresif ialah kegiatan menggambar yang bersumber pada ungkapan perasaan / emosi si penggambar, objek yang digambar bukan berdasarkan kesesuaian bentuk secara alami, melainkan wujudnya lebih condong hasil pengolahan jiwa / tafsiran(Sachari, 60:2007). Berbeda dengan gambar bentuk yang menampilkan gambar apa adanya dan berupaya untuk menghindari unsur subjektif(perasaan, emosi), dalam menggambar ekspresif unsur perasaan si penggambar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gambar itu.
Gambar ekspresif memiliki ciri bentuk yang dilebih-lebihkan(didramatisir) atau bahkan bentuk yang direduksi(hanya esensinya), penerapan warna yang bebas(tidak sama dengan objek aslinya), komposisi gambar yang bebas, penerapan asas menggambar secara bebas(kadang tidak mengikuti kaidah perspektif, bayangan, skala), ada juga gambar ekspresi yang objeknya tidak jelas(abstrak).




B. KEGUNAAN GAMBAR EKSPRESIF

Kegunaan gambar ekspresif amatlah banyak, baik sebagai media berekspresi penggambar secara bebas, pelengkap sebuah cerita agar terlihat lebih hidup, merekam sebuah kejadian secara cepat, mengkritisi atau menyindir keadaan sosial-budaya, politik, keamanan, atau bahkan sebagai sarana untuk berkomunikasi(Sachari, 61:2007).


Kegunaan gambar ekspresif digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

















C.ASAS MENGGAMBAR EKSPRESIF
Dalam menggambar ekspresif, asas-asas menggambar tetap perlu diperhatikan, untuk peserta didik sebagai pemula, sebaiknya menggambar bentuk dikuasai terlebih dahulu secara sempurna baru kemudian mulai mencoba menggambar ekspresif. Upayakan berekspresi tidak secara radikal, tetapi berekspresilah secara lembut dan objek gambar masih terlihat dengan jelas. Dengan demikian asas-asas menggambar ekspresif sangat penting bagi peserta didik yang akan mempelajari menggambar atau berkarya secara benar. Asas-asas tersebut antara lain:
1. Komposisi
Komposisi adalah cara mengatur atau mengorganisasikan unsur-unsur gambar sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan gambar tesebut terlihat harmonis(Sachari, 62:2007). Dalam karya seni rupa menunjukkan keterpaduan berbagai unsur (fisik dan non fisik) dengan karakter yang berbeda dalam sebuah karya. Unsur yang berpadu dan saling mangisi akan mendukung terwujudnya karya seni yang mengandung nilai estetis. Prinsip komposisi ini sering pula ditunjukkan dengan penataan berbagai objek yang terdapat dalam sebuah karya seni.





2. Keseimbangan(Balance)
Keseimbangan adalah cara mengatur objek gambar secara serasi dalam bidang gambar, sehingga objek gambar utama terlihat jelas.





3. Proporsi Atau Perbandingan
Proporsi adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit, panjang pendek, atau tinggi rendah adalah persoaalan Proporsi. Dalam Seni Rupa prinsip proporsi ini digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan objek yang digambar atau di lukis. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh.


4. Dinamika Dan Irama
Irama adalah kesan bergerak sebuah garis, warna, atau bentuk baik secara berulang maupun dinamis, sehingga secara keseluruhan tidak monoton(Sachari, 63:2007). Bentuk yang berirama dapat dimengerti sebagai bentuk yang dinamis.

5. Centre of Interst(Pusat Perhatian)
Centre of interest disebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak. Tujuanya adalah upaya penampilan pada bagian tertentu dari karya seni rupa yang menarik perhatian dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.


6. Kesatuan (Unity)
Prinsip Kesatuan(Unity) dapat tercapai apabila terpenuhi prinsip keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan keselarasan. Teori-teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan dan kesamaan dapat membantu terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya seni rupa.



7. Keselarasan
Prinsip Keselarasan lazim disebut dengan prinsip harmoni atau keserasian adalah timbul dengan adanya kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan. Dalam Seni Rupa prinsip Keselarasan dapat dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai dan tidak ada yang berbeda secara mencolok.

D. TEKNIK DASAR MENGGAMBAR EKSPRESIF

Berbeda halnya dengan gambar bentuk yang mengejar kesempurnaan visual dan detail, menggambar ekspresif memiliki kecenderungan untuk mengolah gambar dengan penafsiran emosional penggambarnya (Sachari,65:2007 ). Sebuah pohon misalnya, tidaklah harus penuh dengan daun dan berwarna hijau. Beberapa teknik dasar dalam menggambar ekspresif antara lain:
1. Menekankan unsur spontanitas
Dikarenakan objek gambar selalu berubah dan dinamis berdasar waktu dan situasi, maka dalam menggambar ekspresif, penggambar haruslah menangkap suasana secara spontan.
2. Berekspresi dengan garis dan warna
Salah satu unsur penting dalam menuangkan ekspresi adalah warna. Ungkapkanlah warna secara spontan berdasar suasana dan ungkapan ekspresif.
3. Menuangkan emosi
Dalam menggambar secara ekspresif, unsur emosi penggambar amatlah perlu dituangkan, baik dalam wujud garis, warna, maupun bentuk.
4. Merekam dinamika
Gambar ekspresif yang baik jika penggambar mampu merekam atau mewujudkan imajinasi secara dinamis (tidak monoton atau kaku). Setiap karakter dan unsur gambar betul-betul dituangkan dalam wujud yang hidup dan ekspresif, seperti unsur kegembiraan, mencekam, kegetiran, heroik, kemiskinan, petualangan. Untuk beberapa jenis gambar ekspresif seperti karikatur, kartun, ilustrasi kerap disertai dengan unsur dramatisasi dan melebih-lebihkan suasana.

E. JENIS-JENIS GAMBAR EKSPRESIF
Selain untuk menggungkapkan ekspresi yang menggambar, seperti halnya pelukis atau pematung, kemahiran menggambar ekspresif juga dapat diterapkan untuk penggunaan yang lebih luas, baik untuk mendukung karya desain grafis ataupun mengungkapkan ide desain secara spontan. Beberapa jenis menggambar ekspresif, antara lain:

1. Gambar Kartun
Gambar kartun salah satu bentuk gambar yang diekspresikan dengan karakter lucu, ataupun suatu perilaku yang mengandung selera humor (Nursantara, 2004:8).



2. Gambar Karikatur
Karikatur adalah gambar yang menggungkapkan situasi sosial, politik, tokoh terkenal, dan berbagai fenomena kebudayaan secara kritis, bahkan untuk hal-hal tertentu kerap didramatisir atau dilebih-lebihkan cara penggungkapannya.





3. Cerita Bergambar
Cerita bergambar sejenis komik atau gambar yang diberi teks cerita. Bentuk cergam atau komik ini amat bervariasi, ada yang berbentuk gambar ilustratif, gambar kartun.



4. Poster
Poster adalah media iklan/informasi yang ditempelkan di dinding atau tempat tertentu. Poster dapat dicetak dengan jumlah yang banyak seperti, poster film, pertunjukan, ataupun poster promosi.


5. Sketsa Ide
Sketsa ide adalah gambar cepat untuk merekam suatu objek gagasan, peristiwa tertentu, gagasan kreatif. Sketsa dapat pula berupa gambar abstrak yang dikembangkan dari imajinasi penggambar.


6. Iklan
Iklan adalah salah satu media komunikasi antara produsen dan masyarakat. Iklan juga dikenal sebagai alat untuk memperkenalkan, mempromosikan, mempengaruhi, dan sebagi sumber informasi suatu produk atau jasa tertentu kepada masyarakat.

















F. LATIHAN

a. Jawablah soal-soal di bawah ini!
1. Uraikan pengertian wawasan seni dan hubungannya dengan seni rupa?
2. Sebutkan dan uraikan pengertian seni menurut para ahli?
3. Jelaskan kesenian audio art,visual art, dan audio-visual art, serta berikan contohnya!
4. Dalam berkarya seni visual, dikenal unsur-unsur yang saling berhubungan, uraikan unsur- unsur seni visual tersebut?
5. Secara umum warna dibagi dalam tiga bagian, sebutkan dan jelaskan istilah-istilah dalam warna?
6. Uraikan dengan pendapatmu, apa yang dimaksud dengan menggambar ekspresif!
7.Apa saja yang termasuk dalam asas-asas menggambar ekspresif, sebutkan dan jelaskan?
8. Sebutkan kegunaan menggambar ekspresif?
9. Gambar yang dibuat dengan tujuan untuk kritik atau sindiran disebut dengan gambar? sebutkan dan jelaskan?
10. Uraikan penerapan gambar-gambar dalam menggambar ekspresif?

b. Silanglah (X) jawaban yang benar!
1. Pandangan, sikap, pendekatan dan pengertian tentang prinsip berkesenian terhadap karya seni adalah pengertian dari…
a. Wawasan seni
b. Apresiasi seni
c. Kritik seni
d. Seni budaya
e. Jawaban a, b, c, dan d benar
2. Seni adalah hal-hal yang diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberi rasa kesenangan, kepuasan, dengan penikmatan rasa indah adalah pengertian menurut…
a. Brade
b. Kahler
c. Djelantik
d. Teori subjektif
e. Teori objektif
4.Penglihatan yang berhubungan dengan unsur-unsur yang kasat mata dan karya dua dimensi dan tiga dimensi disebut dengan istilah…
a. Seni audio d. Seni audio-visual
b. Seni tari e. Seni visual
c. Seni Theater
5. Berikut adalah unsur-unsur dalam seni rupa, kecuali:
a. Garis d. Warna
b.Kritik seni’ e. Terang-gelap
c. Ruang
6. Perwujudan karya seni rupa pada dasarnya diawali dengan coretan……sebagai rancangannya.
a. Bentuk d. Garis’
b. Ruang e. Raut
c. Terang gelap
7. Raut dapat berarti perwujudan dari sebuah objek atau sering disebut…..dan…..
a. Bidang dan bentuk’ d. Ruang dan warna
b. Ruang dan skala e. Bidang dan terang gelap
c. Panjang dan lebar
8. Gambar di bawah adalah contoh unsur seni rupa yang disebut dengan istilah…

9.Istilah yang dicetuskan oleh Munsell sebagai sebutan untuk warna primer; merah, kuning dan biru adalah...
a. Complementer d. Value
b. Analogus e. Hue’
c. Intensity
10. Unsur yang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya dan jatuh pada permukaan benda, maka akan menimbulkan kesan…
a. Warna komplementer d. Tekstur
b. Terang-gelap’ e. Warna monokrom
c. Ruang gelap
11. Kegiatan menggambar yang bersumber pada ungkapan perasaan / emosi si penggambar, objek yang digambar bukan berdasarkan kesesuaian bentuk secara alami, melainkan wujudnya lebih condong pada hasil pengolahan jiwa / tafsiran yang menggambar disebut…
a. Menggambar bentuk d. Menggambar ekspresif’
b. Menggambar proyeksi e. Menggambar model
c. Menggambar perspektif




12. Dibawah ini adalah salah satu lukisan ekspresif seniman besar Indonesia dengan judul “Para Pejuang”, nama pelukis tersebut adalah:


13. Kegunaan gambar ekspresif antara lain, kecuali:
a. Sebagai media berekspresi penggambar secara bebas
b. Pelengkap sebuah cerita agar terlihat lebih hidup
c. Merekam sebuah kejadian secara cepat
d. Mengkritisi atau menyindir keadaan sosial-budaya, politik, keamanan, atau bahkan sebagai sarana untuk berkomunikasi
e. Menggambar sesuai dengan bentuknya’
14. Ciri utama menggambar ekspresif adalah…
a. Spontan
b. Menggunakan penggaris
c. Terukur
d. Persis seperti objek aslinya
e. Menggunakan skala
15. Pensil yang dipergunakan untuk menggambar ekspresif, antara lain:
a. Pensil H
b. Pensil 2B
c. Pensil F
d. Pensil HB
e. Pensil 3B
16. Di bawah ini adalah sejumlah media yang sering menerapkan gambar ekspresif, kecuali:
a. Iklan
b. Komik
c. Cerita bergambar
d. Buku laporan
e. Kartun
17.Gambar yang menggungkapkan situasi sosial, politik, tokoh terkenal, dan berbagai fenomena kebudayaan secara kritis, bahkan untuk hal-hal tertentu kerap didramatisir atau dilebih-lebihkan cara penggungkapannya disebut…
a. Karikatur
b. Komik
c. Cerita bergambar
d. Iklan
e. Kartun



18. Gambar ekspresif di bawah adalah salah satu contoh gambar…

19. Salah satu jenis dari gambar ekspresif adalah media komunikasi antara produsen dan masyarakat yang disebut dengan:
a. Ilustrasi
b. Poster
c. Cerita bergambar
d. Iklan
e. Kartun
20. Cat air dapat menggungkap ekspresi dengan cara…
a. Bidang gambar diwarnai dengan merata
b. Bidang gambar disapu dengan warna secara spontan
c. Bidang gambar diwarnai dengan warna cerah
d. Bidang gambar diwarnai dengan warna primer
e. Bidang gambar diwarnai dengan warna monokrom

C. Buatlah gambar ekspresi dengan tema:
1. Gambar kartun
2. Gambar karikatur
3. Iklan
4. Poster
Alat dan bahan:
-Buku gambar A3
-Cat air
-Pensil 2B
-Palet
-Kuas









BAB III
PENUTUP

G. Rangkuman

Wawasan seni adalah pandangan, sikap, pendekatan dan pengertian tentang prinsip berkesenian terhadap karya seni. Wawasan seni penting untuk ketahui karena merupakan sikap dan pandangan terhadap masalah kesenian.
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni visual (visual art) dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Unsur-unsur seni rupa atau unsur-unsur visual umumnya dikelompokkan sebagai berikut: garis (line), bidang dan bentuk, ruang, tekstur, warna, terang gelap.
Menggambar ekspresif ialah kegiatan menggambar yang bersumber pada ungkapan perasaan / emosi si penggambar, objek yang digambar bukan berdasarkan kesesuaian bentuk secara alami, melainkan wujudnya lebih condong hasil pengolahan jiwa / tafsiran(Sachari, 60:2007). Berbeda dengan gambar bentuk yang menampilkan gambar apa adanya dan berupaya untuk menghindari unsur subjektif(perasaan, emosi), dalam menggambar ekspresif unsur perasaan si penggambar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gambar itu.
Teknik dasar menggambar ekspresif, antara lain:
• Menekankan unsur spontanitas
• Berekspresi dengan garis dan warna
• Menuangkan emosi
• Merekam dinamika

Jenis-jenis gambar ekspresif antara lain:
• Gambar kartun
• Karikatur
• Cerita bergambar
• Iklan
• Poster
• Ilustrasi
















H. Daftar Pustaka


Dermawan, Budiman, 1988, Pendidikan Seni Rupa untuk SMA Kelas 1 Semester 1 dan 2, Bandung: Ganeca Exact Bandung.

Latifah, Diah dan Sulastianto, Harry, 1994, Penuntun Belajar Pendidikan Seni I,
Rasjoyo, Pendidikan Seni Rupa Untuk SMU kelas I, Erlangga, Jakarta.

Nursantara, Yayat, 2004, Kesenian SMA Untuk Kelas XI, Erlangga, Jakarta.

Nursantara, Yayat, 2007, Seni Budaya Untuk SMA Kelas XI, Erlangga, Jakarta.

Sagala, Sofian, 2002, Menggambar Ilustrasi II, Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Sachari, Agus, 2007, Seni Rupa Dan Desain untuk SMA Kelas XI, Jakarta: Erlangga.

http://anakciremai.blogspot.com/pendidikan-seni-tentang-perkembangan-seni-rupa-indonesia/2008/06
http://360.yahoo.com/digdig_subro/2008/06
http://forum.isi-dps.ac.idhttp://stfanusipeen.files.wordpress.com/2010/08/index1.jpeg” alt=”" width=”116″ height=”113″ /
http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2010/04

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar